Refleksi Dan Resolusi Yang Terlupakan

Bismillah..  Ini akan menjadi tulisan pertama saya di tahun 2018 😁, tentang respon terhadap tulisan mak Sumayyah

Bicara soal tahun baru, tiap orang biasanya sudah menyusun rencana atau resolusi kira-kira apa saja yang akan diwujudkan pada tahun tersebut. Pun dengan refleksi tahun sebelumnya. Tapi saya ga termasuk type orang seperti itu lho,ga tahu juga deh kenapa..hihi. 

Hmmm..percaya ga percaya,  saya sama sekali belum pernah membuat daftar tertulis maupun tidak tertulis tentang resolusi. Kalau sekedar harapan dan keinginan sih banyaak, tapi ga menjadikan itu sebuah tuntutan yang harus kudu musti diwujudkan.

Mungkin karena saya bukan seseorang yang handal dalam mengeksekusi rencana dengan baik a.k.a suka banget menunda pekerjaan.

Contoh kecil aja nih ya,  rencananya pengen mandi jam 9 pagi. Eh ga taunya bisa mundur 4-5 jam dari rencana awal. Semacam delay gitu deh 😂. Malah terkadang akhirnya ga jadi mandi, wkwk (ini kasusnya kalau emang lagi ga keluar rumah lho ya 😁). Bahkan untuk ngumpulin niat buat mandi aja tuh kok beraaat sih? Heran deh saya! *eh ini bisa jadi pertanyaan reklesksi diri nih, hihi

Contoh lain, rencananya pengen selesaiin tulisan nih. Pegang smartphone, harusnya buka aplikasi buat ngeblog khan..eh yang kebuka malah Path, IG, Facebook, Pinterest, ChatGroup, sambil membatin dalam hati “cari ilham dulu ah” sebagai bentuk pembenaran diri yang suka menunda-nunda sesuatu 😬

Tapi dengan cueknya saya yang ga pernah bikin daftar resolusi,  bukan berarti saya ga mikir ke depan lho ya. Pasti adalah hal-hal tertentu yang harus dipikirkan mulai dari sekarang. Misalnya pendidikan anak, kesehatan maupun keuangan.

Untuk refleksi diri,  saya juga jarang banget bikinin daftarnya. Mungkin karena saya tidak terlalu menganggap spesial pergantian tahun. Saya lebih sering merenung saat usia saya bertambah, itupun ga spesifik dan detil banget sampai harus dibuatkan daftar dan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi faktor refleksi diri.

Bisa dibilang,  saya ini penganut ‘yang sudah terjadi,  ya sudahlah yaa’ tapi tentunya tetap diambil pelajaran dan hikmah dibalik kejadian tersebut.

Nah, melalui tulisan ini saya ingin mencoba menuliskan resolusi saya untuk tahun 2018 ini. Sekalian belajar bikin resolusi,  karena saya yakin akan lebih baik dengan adanya target dan perencanaan yang jelas. Ada 3 point penting sih yang saya harap bisa saya wujudkan di tahun baru ini.

Blog

peterplit.org

Beberapa waktu lalu saya memilih hosting berbayar untuk blog saya. Semoga di tahun ini saya bisa memaksimalkan blog dengan rajin memposting tulisan,  blog walking,  ga menunda-nunda buat nulis, biar DA/PA ga anjlok melulu,  hihi.
Nge-craft

echoparkpaperblog.com

Untuk tahun 2018 ini saya berharap bisa lebih banyak menghasilkan produk craft entah itu jahitan,  rajutan,  atau produk DIY lain. Semakin sering ngecraft,  kan semakin banyak juga tuh konten tulisan buat diposting di blog. Secara dari awal,  saya pengennya blog saya bertemakan craft. Eh kok malah lebih banyak tulisan review event dan brands yah,  huhu.

Kursus nyetir

genki-kobe.com

Sesungguhnya saya sudah lelah dengan ketakutan yang berkepanjangan. Ketakutan yang selalu menjadi alasan utama saya maju mundur cantik untuk mendaftar kursus mengemudi.

Iyaa,  entah kenapa saya takut banget kalau disuruh belajar nyetir di jalan raya. Padahal aslinya sudah ngerti teori. Diajarin suami malah kita lebih banyak berantemnya,  jadinya doi males ngajarin lagi, Haha. Semoga tahun ini udah bisa bawa mobil sendiri yaa.. Aamiin.

Insya Allah akhir tahun bakal bikin catatan refleksi,  apakah semua resolusi saya tersebut bisa saya wujudkan dengan sukses,  hihi.

Please follow and like us:

9 Replies to “Refleksi Dan Resolusi Yang Terlupakan”

  1. Hahahaha sama kita, suka sekali menunda dengan mencari berbagai alasan untuk pembenaran 😂

    Semoga resolusi-resolusi tahun ini bisa terwujud dengan baik, biar hidup lebih terarah dikit x))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *