Memandang ‘Poligami’ Lewat Kaca Mata Saya

Mendengar kata ‘POLIGAMI’,  perasaan emak-emak mesti jadi campur aduk ya.  Ga terkecuali saya,  yang tiba-tiba berasa sakit perut saat harus menulis tentang poligami ini,  wkwkwk.  Sebelum lanjut nulis,  saya mau bertanya dulu nih.  Emak-emak masuk tim Pro atau Tim Kontra sama Poligami?

Saya pribadi kalau ditanya seperti itu mungkin ga akan pernah punya jawaban yang pasti. Ya tergantung kasusnya aja sih. Lagian saya cukup ga mau berkomentar untuk orang lain yang menganut Poligami dalam Rumah Tangganya. Ga etis aja rasanya mengomentari atau mendudge sesuatu yang ga kita alami sendiri. Tapi untuk berpendapat berdasarkan pengalaman yang dishare,  boleh lah yaa.

Mungkin masih segar di ingatan kita tentang curhatan istri seorang artis yang beredar di sosmed. Menurut saya sih itu bukan poligami yang disunnahkan ya,  jauh dari syariat malah. Si suami sepertinya ga tahu term and condition yang berlaku sebelum memutuskan untuk berpoligami. Nikah lagi tanpa sepengetahuan istri trus nganggap itu sunnah?? plis deh!
Lagian ya..sebegitu banyaknya hadist (sahih) dan sunnah dari junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, yang ngetrend kok ya Poligami. Belum lagi candaan ‘Sunnah Rosul’ di malam jum’at bagi yang sudah berpasangan halal (eh ini beneran ada kah hadistnya? Serius nanya.  Belum nemu yg meyakinkan,  soalnya). Kerjain sunnah lain kek yang lebih gampang ketimbang Poligami.  Misalnya puasa senin-kamis atau sholat tahajjud tiap malam, Insya Allah dapat pahala tanpa menyakiti hati istri dengan nikah lagi diam-diam. 
Beda cerita dengan Poligami yang dilakukan atas persetujuan dan bahkan permintaan istri pertama. Atau memang yang betul-betul memiliki alasan masuk akal banget seperti Poligami ala Rasulullah yang dipaparkan kembali oleh mak Aya dalam tulisannya Ada Apa Dengan Poligami? Nah,  masalahnya ada ga sih istri yang benar-benar ikhlas menerima suaminya poligami?  Pasti ada yaa walaupun mungkin lebih banyak yang  hanya sekedar ikhlas di mulut saja. Karena kita sama sekali ga tahu dalamnya hati si istri gimana sekalipun kita sesama wanita. Hanya Allah yang tahu dan Dia-lah yang memutuskam si istri akan mendapatkan Syurga atau tidak atas keikhlasannya tersebut. 
Jadi intinya,  saya tidak akan berkoar-koar bahwa saya anti Poligami. Jelas itu dibolehkan kok, malah bernilai ibadah. Tapi balik lagi semua syarat harus terpenuhi dahulu, dengan alasan  yang jelas dan istri harus ikhlas. Saya sendiri mungkin tidak akan bisa menerima atau berbagi hati dengan wanita lain jika suatu saat rumah tangga saya mendapati posisi reasonable untuk menganut Poligami (Naudzubillah..jangan sampai deh) Ga sanggup sayah,  masih banyak cara lain menuju Syurga.

Semoga Rumah Tangga kita aman sentosa yang emak-emak.. Kalau ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba suami minta poligami dengan alasan Sunnah, jangan ragu untuk ngasih pilihan= Mau Poligami atau Poliklinik??

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *