Nobar Pinky Promise di bulan Octobreast

Saat pertama kali mendengar ada film yang berujudul Pinky Promise, hal pertama yang ada di pikiranku adalah ‘wah kayaknya film ABG girly ala-ala Barbie nih’. Duh, ternyata bener yah..don’t judge a movie by it’s title..haha.. Ternyata film ini jauh dari bayangan awal saya. Kebetulan saya berkesempatan mengikuti kegiatan nonton bareng film ini yang diadakan oleh Garda Medika yang merupakan produk kesehatan dari Asuransi Astra bekerjasama dengan komenitas Survivor Kanker Payudara Indonesia, LovePink. Nobar film Pinky Promise adalah salah satu dari rangkaian Garda Medika Octobreast. Saat menerima undangan via chat room para blogger, di situlah saya mulai mengenal lebih jauh Pinky Promise dengan mencaritahu via googling di Internet, hihi. Sepertinya menarik.

Undangan (pic by Qiah)
Tanggal 15 oktober 2016 merupakan saat nobar tersebut. Kenapa Oktober? Karena Pinky Promise adalah film yang menceritakan tentang salah satu penyakit mematikan dunia yaitu Kanker Payudara, dimana penyakit ini diperingati dunia pada bulan oktober tiap tahunnya. Film ini termasuk edutainment juga yang membahas Kanker Payudara dari berbagai aspek mulai dari penyakitnya sendiri, dukungan orang terdekat, dan tingkat kesadaran akan penyakit ini.

Sebelum masuk ke studio untuk nonton, kami para undangan bisa berfoto ria di booth depan pintu studio dengan properti yang sudah disiapkan. Seru banget lho. Selain itu kita juga bisa ngecek gula darah bersama mba dan mas dari Siloam Hospitals, di sini banyak yang lumayan takut dan was-was kalau ketahuan kadar gulanya tinggi atau rendah melewati batas normal..hehe.. Padahal justru lebih bagus kan ya bisa didektesi awal penyakitnya 😄 dan Alhamduliilah gula darahku normal dong.

Foto-foto dulu di photo booth yang disediakan

Kak Ery, teman blogger yang sedang memeriksa gula darahnya. Alhamdulillah normal juga hasilnya. 

Setelah menghabiskan makanan hasil tukar kupon di xxi, kami pun bersiap masuk studio. Sebelum film diputar, dua bintang tamu pemain film Pinky Promise muncul menyapa kami. Mereka adalah duo Dhea (Dhea Seto dan Dhea Ananda). Kemudian kami disuguhkan berbagai info kesehatan mengenai Kanker Payudara oleh dr. Dody Permadi. Banyak fakta mencengangkan yang dipaparkan oleh dr. Doddy saat presentasinya. Salah satunya adalah Kanker Payudara yang merupakan penyakit nomor 1 paling mematikan di Indonesia (12,9 % dari kasus kanker Indonesia). Untuk pemeriksaan awal kita bisa melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. Jadi kalau ada benjolan sedikit saja, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Dhea Seto dan Dea Ananda

Data statistik Kanker di Indonesia

Data statistik kanker payudara di Idonesia (presentasi oleh dr. Dody)

Beberapa faktor resiko penyebab kanker payudara

Tanda dan gejala awal kanker payudara

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dr. Dody, acara dilanjutkan dengan sharing session oleh mba Mutia dan mba Tuti dari komunitas Lovepink. Pengalaman mereka cukup membuat saya menitikkan air mata dengan perasaan sedih yang mendalam. Tapi semangat dari para Survivor ini patut dicontoh karena tidak banyak penderita kanker payudara yang lebih memilih pasrah dengan keadaanya serta memilih jalan yang salah dalam mengobati penyakitnya. Sesi ini betul-betul menjadi kesempatan untuk menggali ilmu untuk kami para undangan, ga nyesel deh datang ke acara ini. Dan yang paling menyenangkan adalah saat kita semua yang ada di dalam studio mengangkat tangan sambil bergandengan dan mengucap janji ‘SAYA BERSAMA LOVEPINK DAN GARDA MEDIKA MENDUKUNG GERAKAN PEDULI KANKER PAYUDARA’ setelah itu masing-masing dari kami kompak memakai gelang Octobreast yang telah dibagikan. Seru deh.

Sharing session oleh mba Mutia dan Mba Tuti dari Komunitas LovePink

Gelangnya kece ya..

Saatnya nonton film! Senangnyaa karena dapat lagi yang namanya popcorn dan minuman gratis pemainnya aktris dan aktor hebat! Di awal cerita saja saya sudah terbawa suasana haru apalagi saat adegan tante Anind (Ira Maya Sopha) melepas rambut palsunya dan menunjukkan kepala botaknya kepada sang ponakan Tika (Agni Pratistha) yang sedang sedih baru saja putus dari sang pacar. Keharuan terus berlanjut sesekali diselingi senyum dan ketawa lebar  karena adegan lucu yang dibawakan oleh Mba Bebi (Alexandra). Mba Bebi yang akhirnya meninggal dunia merupakan adegan paling menguras air mata. Sayangnya saat itu saya ga bawa tissue, huhu.

Film Pinky Promise juga memberikan esukasi bahwa tidak hanya kaum Perempuan yang bisa terkena Kanker Payudara. Laki-laki juga bisa lho bahkan sudah ada beberapa kasus yg berujung kematian.

Adegan di mana saya butuh tissue banget tapi ga ada, huhu

Med Care

Selain nobar seru, Garda Medika juga memperkenalkan aplikasi mobile bernama MedCare. Dengan MedCare, kita dapat dengan mudah mencatat dan memonitor aktivitas sehari-hari. Misalnya kita bisa mengecek Body Mass Index dan berat ideal, catat target konsumsi makanan dan minuman harian, serta berapa lama waktu tidur kita. Lumayan banget kan ini hanya dengan menggunakan ponsel lho. Khusus pelanggan Garda Medika, nikmati kemudahan melihat sejarah klaim dan
manfaat kepesertaan. Aplikasi ini tersedia di Google Play dan Apps Store, tinggal install aja kita bisa menjaga kondisi tubuh kita tetap fit dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada pada aplikasi MedCare ini. (sumber www.asuransiastra.com)

www.asuransiastra.com

Fitur untuk pengingat waktu minum obat, cek kesehatan dan kunjungan dokter
Rangkaian acarapun selesai. Sampai saat ini kisah-kisah yang diabadikan melalui film Pinky Promise masih membekas di hati. Sebelum pulang, kita dibagikan souvenir bantal leher berwarna Pink. Lucuuuu! Terimakasih Lovepink dan Garda Medika.

Please follow and like us:

4 Replies to “Nobar Pinky Promise di bulan Octobreast”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *